Jumaat, 9 November 2012

Mizan Dan Titian..

Abu Daud mengeluarkan dari al-Hasan, dari Aisyah, dia menangis Rasulullah SAW bersabda:
 Gambar Hiasan


"Apa yang membuatmu menangis?" Dia menjawab, "Aku teringat tentang Neraka." Maka aku menangis. Apakah engkau mengingat keluargamu pada hari Kiamat?" Nabi SAW menjawab, "Adapun pada tiga tempat, maka tidak seorang pun ingat kepada orang lain, iaitu di hadapan Mizan sebelum tahu ringan atau berat timbangnya.
Ketika suhuf berterbangan sebelum tahu apakah dia menerima dengan tangan kanan atau dengan tangan kirinya.
Dan di sisi Sirat (titian) ketika di letakkan di atas Neraka sebelum dia tahu apakah akan boleh melaluinya dengan selamat atau tidak."

At-Tirmizi, "Dari Anas bin Malik RA, dia berkata, "Aku bermohon kepada Rasulullah SAW agar memberiku syafaat pada hari Kiamat, baginda bersabda:
"Insya-Allah aku akan melakukannya." Aku bertanya, "Di mana aku mesti mencariMu?" Baginda menjawab,
"Pertama kali kau cari aku pada sirat." Aku bertanya lagi, 
"Jika aku tidak menemukan engkau di Sirat?" 
Baginda menjawab, "Carilah aku di Mizan." 
Ku tanya lagi, "Bila aku tidak menemukanMu di Mizan?"
Baginda lalu berkata, "Carilah aku di telaga. Sungguh aku tidak akan berada di tiga tempat ini."

Al-Hakim merawikan, "pada hari Kiamat, Mizan diletakkan. Kalau saja langit dan bumi ditimbang dan diletakkan tentulah muat. Kemudian Malaikat bertanya, "Ya Tuhanku, untuk menimbang siapa ini?" Allah berfirman, "Untuk makhluk-Ku yang aku kehendaki." 
Malaikat berkata, "Maha Suci Engkau, ibadahku telah menjadi milik Engkau." 
Kemudian titian diletakkan bagaikan tajamnya pisau.
Malaikat bertanya, "Siapakah yang akan selamat meniti titian ini?"
Allah menjawab, "Makhluk-Ku yang aku kehendaki."
Malaikat bertanya, "Maha Suci Engkau, ibadahku telah menjadi hak Engkau."

Dari Ibnu Mas'ud RA dia berkata, "Titian itu terletak di atas Jahanam. Tajamnya bagai mata pedangnya amat licin.
Ada kilatan apinya.
Setengah mereka ada yang melaluinya bagai kilat menyambar, tentu saja selamat.
Ada yang melaluinya seperti angin. 
Namun akhirnya selamat.
Ada yang seperti larinya kuda.
Ada yang seperti orang berlari.
Ada orangyang berjalan cepat.
Ada yang berjalan seperti biasa.
Ada juga yang merangkak dengan kepayahannya, tapi
akhirnya berkat kemurahan dan kemuliaan Allah, dia masukkan juga ke Syurga.
Kemudian dikatakan kepadanya, "Bergembiralah engkau dan mintalah!"  
Dia berkata, "Adakah yang disediakan untukku? Engkau Tuhan Yang Maha Mulia."
Dikatakan lagi padanya, "Bergembiralah dan mintalah."
Sehingga dia tidak ada keinginan lagi. 
Allah berkata,
"Untukmu apa yang kau minta."

Iman Muslim merawikan dari Ummi Mubasyir al-Anshari, dia mendengar Rasulullah SAW bersabda di sisi Hafsah RA:
"Tidak akan masuk Neraka orang yang ikut berbait di bawah pohon, insya-Allah." Hafsah berkata, "Benar, wahai Rasulullah."
Rasulullah SAW membentaknya. Kemudian Hafsah, "Tapi setiap orang pasti melaluinya (Neraka)."

Rasulullah SAW bersabda:
"Sesungguhnya Allah SWT berfirman, "Kemudian kami selamatkan orang-orang yang bertaqwa dan kami biarkan orang-orang aniaya dalam Neraka dengan berlutut." (Q.S. Maryam: 72)

Imam Ahmad merawikan, "Sekelompok ulama berbeza pendapat tentang di Neraka. Setengah mereka mengatakan, "Orang mukmin tidak akan masuk ke dalam Neraka." 
Lalu setengah yang lain berkata, "Semua orang mukmin masuk ke dalam Neraka. Kemudian Allah menyelamatkan orang-orang yang bertaqwa."
Maka setengah mereka bertanya kepada Jabir bin Abdullah RA, lalu dia jawab, "Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda:

"Yang baik mahupun yang jahat, semuanya masuk ke dalam Neraka.
Hanya Neraka itu dingin dan selamat bagi orang-orang mukmin sebagaimana bagi Ibrahim dahulu.

"Kemudian kami selamatkan orang-orang yang bertaqwa dan kami biarkan orang-orang teraniaya dalam Neraka dengan berlutut."
(Q.S. Maryam: 72)

Al Hakim merawikan, "Semua orang masuk ke Neraka. Kemudian mereka keluar darinya kerana amal mereka. 
Pertama, mereka seperti sambaran kilat,
kemudian seperti tiupan angin, 
kemudian seperti orang yang menunggang kuda,
kemudian seperti lelaki yang perkasa dan kemudian ada yang seperti berjalan biasa."